Skip to main content

Kampung Inggris : At The Barber




At a corner of Anyelir Street that an outstanding one compared to the rest of streets at Kampung Inggris due to its completeness of the various traders, I saw a barber stall was made of small glass box that attracted me to drop by.
“ How much for shaving brother??.” I asked the barber that still young boy around fifteen years.
“ Ten thousand Rupiahs ..brother..” He replied with smile painted at his face.
“ How about Five thousands rupiahs because all I need is shaving not a style just  like your neighbour barber.” I asked discount price from him.
“ Oke Brother..no problem.” He agreed me about the price and finally I got shaved even with friendly price.

(the picture refers to Barber at Gontor )

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mendekatlah Kepada Nya (6) : Kasih Makan Merpati di Tulungagung

  Seorang salesman pharmasi dari obat ternama di surabaya melakukan tugasnya di area Tulungagung dan sekitarnya untuk menjualkan produk obat pabrik perusahaan tersebut. Usaha untuk menjualkan obat kadang tak sesuai harapan karna harus bersaing dengan banyak pabrikan dan distributor lainnya. Meskipun pemilik perusahaan, namun kompetitor yang notabene distributor lain yang membeli dari produsen obat kadang bisa menjual dengan harga lebih rendah dari produsen tersebut. Hal ini karna distributor membeli dari pabrik dalam jumlah partai besar atau memenangkan lelang. Kebijakan ini sebenarnya sangat biasa sebagai strategi agar pabrik bisa menjual dalam jumlah besar melewati marketing distributor lain. Gaji pokok seorang salesman pharmasi kadang kala bisa dikalahkan oleh gaji bonus dari penjualan yang dihitung setiap bulannya. Disitulah seorang salesman Pharmasi dituntut agar dengan segenap tenaga dan fikirannya untuk menjual produknya sebanyak mungkin. Tak jarang dengan inisiatif ...

Carilah Wasilah Kepada Nya : Istri Cerewet

  Dua orang memutuskan untuk singgah di dalam goa di suatu gunung di Yaman Hadramaut. Mereka sepakat untuk melakukan pemberhentian di goa tersebut untuk beberapa lama demi memulihkan tenaga sekaligus karna kehabisan bekal makanan. Di samping itu, goa tersebut cukup nyaman dijadikan tempat untuk berkhalwat “menyendiri” dan berkontemplasi dari hiruk pikuk duniawi. Pada suatu hari mereka berdua dikejutkan dengan hadirnya salah seorang asing yang bergabung dengan dua orang tersebut untuk mengasingkan diri.   Setelah terjadi percakapan, mereka berdua sepakat untuk menerima orang ketiga dalam goa tersebut dan memang goa tersebut bukan milik mereka berdua maka tak seharusnya mereka menolaknya. Kedatangan orang tersebut bertepatan dengan waktunya waktu makan malam. Tiba salah satunya komat kamit berdoa yang sejurus kemudian muncul hidangan yagn berlauk pauk sangat lezat di hadapan mereka bertiga. Kedua orang yang sudah terlebih dahulu datang mempersilahkan orang ketiga untuk berga...

Dirikan Gerakkan Tilawah 1 Milyar Surat Annasr : Sikapi Genocida Israel Atas Palestina

Setelah acara sujud syukur 100 tahun Gontor ikpm Jombang selesei dengan baik tiba tiba selang satu minggu an tepatnya tanggal 7 Oktober Sabtu dini hari, Militan Hamas menyerang Israel dengan kekuatan penuh dan strategi yang tidak pernah dilakukan oleh Hamas sendiri maupun oleh Negara Arab sebelum sebelumnya bahkan jika dibandingkan dengan perang 6 hari Yom kippur pada 6 Oktober 1973 atau dikenal juga dengan Ramadhan War. Hamas menggunakan Paralayang memasuki Israel karna mustahil melewati pagar setinggi 8 meter yang dibuat Israel mengelilingi Gaza secara rapat. Ribuan Paralayang bermesin membawa setidaknya 2000 pejuang di mana setiap paralayang membawa 2 pejuang hamas lengkap dengan senjata mesin dan manpad untuk menghancurkan target target tank, helikopter dan pesawat tempur yang terbang rendah. Di saat yang sama dari darat, Hamas meluncurkan setidaknya 5000 roket hanya dalam waktu 20 menit maka setidaknya 250 roket per menitnya diluncurkan dari Gaza. Taktik ini mereka lakukan setelah...