Skip to main content

Suara Merdu Wakil Ketua : Yang Tercecer Sujud Syukur 100 Tahun Gontor IKPM Jombang Di Wisata Amlam (9)

 

ustadz Aufa sedang melantunkan syiir Abu Nuwas di masjid Amanatussalam







Don't Judge A Book By Its Cover !

Tidak banyak yang tahu bahwa Wakil ketua panitia sujud syukur 100 tahun Gontor IKPM JOmbang, Muhammad Aufa adalah seorang Qori handal dan masyhur ketika masih nyantri di pondok dahulu. Penampilannya sangat sederhana tidak terlihat ekslusive seorang yang secara packeging dari penampilan dhahir. 

Namun ketika waktunya shalat dhuhur di Masjid Agung Amanatussalam, beliau melantunkan Syair AbuNuwas dengan penuh kemerduan dan kesyahduan, maka ketika saya perhatikan,  beberapa peserta sujud syukur yang menaruh perhatian terhadapnya. Tak sedikit dari yang hadir bertanya tanya siapakah gerangan yang melantunkan Ilahilastu dengan lagu lama nan syahdu ini ??. Hal ini dikarnakan Ilahilastu generasi millenial mempunyai lagu yang berbeda dengan generasi  di era 90 an. 

Namun inilah IKPM Jombang, sujud syukur 100 tahun Gontor  benar benar melahirkan banyak hal dan insya Allah juga akan melahirkan acara roadshow mengunjungi sanad Gontory. Yang rencananya akan dilakukan selesei perhelatan acara ini. Seperti yang telah didengungkan oleh Gontor, Milad Gontor 100 tahun kali ini sangat special karna akan memakan waktu 3 tahun dimulai dari 100 tahun secara hijriyah dan berakhir 100 tahun secara masehi di mana ada beda 3 tahun.

Sayang sekali, dokumentasi ketika Ustadz Aufa melantunkan syiir secara utuh berdurasi panjang belum saya temukan bahkan salah satu anggota IKPM JOmbang yang pernah menyimpannya , Ustadz Fanany dari Padar Kesamben, mengatakan bahwa file tersebut telah beliau hapus karna hp miliknya bermemory kecil ! Akhirnya saya sudah mencarinya. Video durasi 4 detik ini sudah cukup sebagai bukti bahwa dia memang "The Man"

Lagi lagi "Man Propose God DIspose "

Comments

Popular posts from this blog

A Conversation After Death

Syibly, a pious man was born in Baghdad. He died 334 Hijri and was buried at Baghdad.  He was one day asked after his death in spiritual conversation (saint dream)  about what Allah has done for him. He answered to whom asked : “ My brother! Allah has asked me.. O Syibly Did you know by what  I have forgiven you? I replied : by my good actions? Oh my Lord He said  : you are wrong I replied again : by the sincerity of my service to You? my Lord! He said : you are wrong I replied again : by my pilgrimage to Mecca and my fasting and my prayer? my Lord! He said : you are wrong I replied again : by my migration to the teachers for seeking knowledge or to the pious men? my Lord! He said : You are wrong I replied again : So , by what You have forgiven me? Oh Allah He answered : Did you remember when you walked in a path inside Baghdad , you found a baby cat which had been suffering from the cold and had move...

mendekatlah kepadanya 7 : kasihan lalat

  Nashaihul Ibad adalah karya Syekh Nawawi al Bantani dimana kitab ini begitu populer di Indonesia banyak dipelajari di pondok pondok pesantren  dan madrasah.  Saya juga mendengar pengajian pengajian di bulan Ramadhan di berbagai masjid juga menggunakan menggunakan kitab ini sebagai referensi kitab yang ditelaah . Syekh Nawawi dalam kitab ini menukil kisah Hujjatul Islam Imam Al Ghazali adalah seorang tokok besar Islam ketika berinteraksi dengan seekor lalat waktu menulis kitabnya . Namun bukan dalam rangka mengisahkan salah satu kitab karangan beliau yang cukup terkenal di dunia Islam yakni kitab kitab Ihyaulumiddin. Ustad Abdusshamad, seorang da’i ternama dari Sumatra mengomentari tentang kitab ini yang oleh orang orang tertentu dihujatnya bahwa belum ada kitab yang begitu komprehensif dalam membahas tentang hati kecuali kitab Ihya ulumuddin karang Imam Al Ghazali. Suatu malam beliau bermimpi bahwa Allah sedang menanyainya. Allah sedang menguji imannya lewat seb...

Carilah Wasilah Kepada Nya : Istri Cerewet

  Dua orang memutuskan untuk singgah di dalam goa di suatu gunung di Yaman Hadramaut. Mereka sepakat untuk melakukan pemberhentian di goa tersebut untuk beberapa lama demi memulihkan tenaga sekaligus karna kehabisan bekal makanan. Di samping itu, goa tersebut cukup nyaman dijadikan tempat untuk berkhalwat “menyendiri” dan berkontemplasi dari hiruk pikuk duniawi. Pada suatu hari mereka berdua dikejutkan dengan hadirnya salah seorang asing yang bergabung dengan dua orang tersebut untuk mengasingkan diri.   Setelah terjadi percakapan, mereka berdua sepakat untuk menerima orang ketiga dalam goa tersebut dan memang goa tersebut bukan milik mereka berdua maka tak seharusnya mereka menolaknya. Kedatangan orang tersebut bertepatan dengan waktunya waktu makan malam. Tiba salah satunya komat kamit berdoa yang sejurus kemudian muncul hidangan yagn berlauk pauk sangat lezat di hadapan mereka bertiga. Kedua orang yang sudah terlebih dahulu datang mempersilahkan orang ketiga untuk berga...